Wisata Taman Fatahillah Jakarta, Saksi Bisu Sejarah Kelam Batavia

taman fatahillah kota tua
Advertisement

Untuk meresakan wisata sejarah yang kelam sebenarnya dapat juga di lakukan di ibukota Jakarta, tepatnya di alun alun Museum Fatatahilah, yang saat ini sering menjadi tempat venue acara di Jakarta. Taman Fatahilah Jakarta ini telah menjadi saksi bisu dan menjadi tempat pembantaian para etnik warga Tionghoa. Seperti apa ceritanya?

Pada masa penjajahan Belanda Museum Sejarah Fatahillah atau yang sering dikenal dengan sebutan Museum Fatahaillah merupakan sebuah gedung pemerintahan Belanda. Seperti kebanyakan gedung gedung yang berasitektur gaya Eropa, di depan gedung selalu terdapattaman square atau alun alun. Begitu pun Museum Fatahillah ini, dahulunya memiliki area taman yang cukup luas. Taman Fathillah saat ini hanyalah sebagian kecil dari alun alun yang ada dulu.

Pada tahun 1740, taman fathillah ini menjadi saksi bisu pembantaian terhadap warga Tionghoa yang tinggal di daerah Batavia oleh Belanda. Hampir 10ribu wrga Tionghoa di bantai di taman ini hanya dalam waktu satu minggu. Pada masa itu masyarakat Tionghoa dikenal memiliki sifat yang santun serta ulet, sehingga dapat dengan mudah untuk melakukan interaksi dan berteman baik dengan warga pribumi. Kedekatan inilah yang menjadikan pemerintahan Belanda merasa tidak senang, hal ini dianggap membahayakan untuk pemerintahan Belanda karena bisa jadi pribumi akan lebih simpati terhdap warga Tionghoa di banding dengan pemerintah Belanda.

Karena adanya ketakutan ini dan isu adanya pemberontakan dari masyarakat Tionghoa, maka pemerintahan Belnda mengadakan pembantaian besar besaran terhadap warga Tionghoa di Batavia. Selama sekitar seminggu lamanya, masyarakat Tionghoa mulai ditangkap, mulai dari Bekasi hingga Tanjung Priok. Belum puas sampai situ, Belanda pun membantai habis-habisan warga etnis Tionghoa hingga tak bersisa.

Pembantaian terjadi di Taman Fatahillah, dengan beragam cara mulai dari senapan hingga pedang. Mayat yang sudah bergelimpangan dibuang ke sungai. Inilah awal hadirnya nama Muara Angke. Dari bau bangkai yang dikeluarkan oleh potongan tubuh yang dibuang tersebut.

Selain menjadi tempat pembantaian taman Fatahillah Jakarta menjadi tempat untuk menghukum para tahanan pribumi pemerintah Belanda. Biasanya, pengumuman hukuman berlangsung pada pagi hari, dan eksekusi dilakukan pada sore hari. Dalam museum pun masih ada pedang algojo yang menjadi alat untuk mengakhiri nyawa para tahanan tersebut.

Kini taman Fatahillah menjadi salah satu tujuan wisata daerah kawasan kota tua Jakarta. Hampir setiap acara di kawasan kota tua selalu menjadi taman Fatahillah sebagai pusat venue atau panggung utama. Pada hari biasanya, taman ini menjadi area bermain para wisatawan lokal maupun asing untuk berjalan-jalan atau naik sepeda.

Indonesia Explorer:

4 Photos of the Wisata Taman Fatahillah Jakarta, Saksi Bisu Sejarah Kelam Batavia

taman fatahillah squaretaman fatahillahtaman fatahillah kota tuaTaman Fatahillah Jakarta
Wisata Taman Fatahillah Jakarta, Saksi Bisu Sejarah Kelam Batavia | Ismail | 4.5 | Tags :taman fatahillah jakarta, wisata jakarta, museum fatahillah,

Leave a Reply