Keagungan Borobudur Tempat Wisata Penuh Filosofis di Yogyakarta

Sejarah Candi Borobudur
Advertisement

Berkunjung ke tempat wisata Yogyakarta hampir bisa disamakan dengan melancong ke masa lalu, karena kebanyakan dari objek-objek wisata di Indonesia merupakan bagian dari peninggalan keagungan sejarah yang telah lewat. Hal ini tercermin jelas jika Anda sempat mampir ke Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Namanya saja secara etimologis sudah mengandung unsur keagungan sejarah masa lampau yang tadi disebut Bara dan Beduhur, biara di atas bukit. Sebagai objek ibadah terbesar umat Budha, candi yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra ini menjadi pusat upacara peringatan hari raya Waisak setiap tahun pada saat bulan purnama di bulan Mei atau Juni.

Pembangunan candi dimulai tahun 824M hingga selesai tahun 900M. Saat itu, pemerintahan Dinasti Syalendra telah bergulir dari Raja Samaratungga kepada Ratu Pramudawardhani. Sempat tak terdeteksi keberadaannya akibat tertimbun tumpukan abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi, Sir Thomas Stamford Raffles bersama seorang insinyur Belanda bernama H.C. Cornelius (ditambah lebih kurang 200 pekerja pria lainnya) akhirnya menemukan mutiara ini dan mengangkatnya dari benaman lumpur pada tahun 1814. Sir Raffles memulai pemugaran candi hingga akhirnya terdengar hingga mancanegara, dan dimulailah sejarah baru bagi Borobudur.

Tempat Wisata Yogyakarta

Ditetapkan oleh UNESCO pada 1991 sebagai salah satu dari Warisan Dunia, Borobudur merupakan candi bergaya segiempat dengan enam lapis teras bertingkat dan diakhiri dengan tiga buah pelataran bulat di atasnya. Panel yang meliputi dinding-dinding terhitung berjumlah 2672 serta dilengkapi 502 arca Budha Gautama. Di puncak candi, terdapat stupa utama yang berukuran besar ditambah 72 stupa-stupa kecil yang disusun melingkari stupa utama. Di dalam masing-masing stupa kecil ini, terdapat ruang yang menjadi rumah bagi arca-arca Budha lain.

Apa yang membuat Borobudur menjadi pengejawantahan mutlak bagi filosofi Budha adalah implementasi konsep kosmologi alam pada tiap tingkatan konstruksinya. Konsep tersebut mengindikasikan bahwa untuk bisa mencapai kebahagiaan, ada tahap-tahap yang kita, manusia, harus lewati terlebih dahulu.

  1. Kamadhatu (dengan 160 relief melingkupinya), yaitu representasi segala aspek keduniawian semesta termasuk hawa nafsu manusia. Kuat dugaan mengenai fungsi level ini yang dikatakan berkaitan erat dengan peguatan fondasi candi,
  2. Rupadhatu (dengan 1300 relief), yaitu representasi dari tahap ketika dunia termasuk manusia di dalamnya telah mampu melepaskan semua unsur nafsu dan materialisme.
  3. Arupadhatu, yaitu representasi keadaan dunia dan manusia yang sudah betul-betul lepas dari segala bentuk keduniawian, tidak hanya terbatas pada hawa nafsu.

Tentu, berwisata ke Candi Borobudur barangkali bisa dijadikan sumber pengalaman baru bagi yang belum pernah menjejakkan kaki ke sana.

Untuk Dewasa dan Anak-anak pada hari Senin hingga Jumat, dikenakan masing-masing Rp.20.000 dan Rp.12.500. Untuk hari Sabtu-Minggu serta hari libur nasional, harga berubah menjadi masing-masing Rp.30.000 dan Rp.17.500. Dengan berkunjung secara berombongan (minimal 20 orang), harga ini bisa ditekan menjadi Rp.10.000 per orang pada hari regular, dan Rp.11.000 per orang di hari Sabtu-Minggu dan hari libur nasional.

Untuk wisatawan mancanegara, sayangnya pola pembedaan ini tidak berlaku. Hari apa pun, tarif rata diberlakukan sebesar US$20 untuk dewasa, dan US$10 untuk anak-anak.

Hanya dengan membayar sejumlah uang untuk bisa mendapatkan akses masuk, Anda sudah bisa mencoba meresapi tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk bisa mencapai Nirwana kelak. Sungguh, Borobudur merupakan bukti keluhuran nenek moyang yang mampu mengajarkan kita, manusia modern, bahwa keindahan nilai-nilai moral bisa seiring-sejalan.

Indonesia Explorer:

3 Photos of the Keagungan Borobudur Tempat Wisata Penuh Filosofis di Yogyakarta

Relief Candi BorobudurSejarah Candi Borobudurcandi borobudur
Keagungan Borobudur Tempat Wisata Penuh Filosofis di Yogyakarta | Ismail | 4.5 | Tags :tempat wisata di indonesia, tempat wisata unik, tempat wisata yogyakarta,

Leave a Reply